Prihatin Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pria di Rembang Perbaiki Jalan Sendiri

Sodikin, pekerja serabutan di Rembang yang rogok kocek sendiri untuk perbaiki jalan. (Dok. pribadi)

Rembang – Seorang pria yang bekerja serabutan asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, rela merogoh koceknya sendiri untuk memperbaiki jalan raya naungan Pemerintah Kabupaten.

Dia adalah Sodikin, warga Desa Pragen Kecamatan Pamotan, Rembang, Jateng. Jalan yang ia perbaiki adalah jalan Pamotan – Gunem sejauh sekitar 6 kilometer. 

Ia mengaku merasa prihatin dengan kondisi jalan raya setempat yang rusak parah. Bahkan, tak jarang pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak parah. 

“Diperbaikinya dengan diuruk menggunakan batu kerikil sisa pembangunan rumah. Dicicil sedikit-sedikit, kalau ada rejeki dan dapat tanah uruknya, langsung saya buat uruk jalan,” kata Sodikin, Jumat (15/4/2022).

Menurutnya, kondisi kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2014 silam. Namun, hingga saat ini tak ada tanda-tanda perbaikan yang hendak dilakukan Pemkab setempat. 

“Saya sudah pernah usul ke Pemerintah Desa, ke Camat, bahkan ke Dinas Pekerjaan Umum, tapi sepertinya kok saya tidak dapat tanggapan,” ucapnya. 

Sodikin memulai perbaikan jalan itu sendirian. Seiring berjalannya waktu, ia pun mulai mendapatkan bantuan sedikit demi sedikit dari sejumlah tetangga yang memiliki usaha. 

“Ya kalau saya ada rejeki, saya langsung uruk jalannya. Kemudian dapat sumbangan dari toko-toko, terus orang-orang yang punya usaha. Alhamdulillah selalu ada aja jalannya,” terangnya. 

Sodikin tak mempunyai pekerjaan tetap. Sesekali ia menjadi makelar jual beli kendaraan. Keuntungan dari hasil aktivitas makelarnya, sepenuhnya diperuntukkan guna perbaikan jalan. 

“Buat makan sehari-hari kebetulan istri ada jualan di warung punya sendiri. Saya pun awalnya bilang ke istri, kalau saya berniat jika ada rejeki dari makelaran, untuk menguruk jalan,” aku dia. 

“Jadi kalau ada rejeki Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, lumayan buat bayar pekerja yang bantu uruk jalan, terus buat beli tanah uruk. Ongkos bensin truk pengangkutnya juga,” pungkasnya.

(mar/ars)