Sejumlah SPBU di Rembang Ditemukan Ada Selisih Takaran, Tapi…

Muncul temuan selisih takaran saat sidak SPBU di Rembang, namun masih tergolong lumrah. (Arif Syaefudin - katakutip.com)

REMBANG, Katakutip.com – Tim gabungan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Rembnag, Satpol PP Rembang, dan UPT Metrologi melakukan sidak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara acak, kemarin.

Kepala UPT Metrologi Rembang, Mukaromah mengatakan, dari hasil beberapa kali pengujian mesin pengisian BBM, semua selisihnya berkisar 20 ml. Sehingga hasilnya masih batas wajar.

Baca juga: Sidak Pasar, Bupati Rembang Sebut Harga Sembako Justru Cenderung Turun

“Teknisnya satu nosel kita ukur 3 kali, 3 kali itu menunjukkan ada kestabilan nggak disitu. Tadi diukur 20 ml (selisihnya). Nanti ada naik turunnya disebabkan karena faktor saat pengisian, cepat lambatnya┬áitu ngaruh tapi tadi masih BKD, maksimal itu 100 ml, tadi berkali- kali 20 ml,” ucap Mukaromah saat sidak kemarin.

Dia menjelaskan, pengecekan juga dilakukan petugas metrologi dengan membuka mesin pengisian BBM. Saat pengecekan, dipastikan mesin SPBU aman dan tidak dimodifikasi ulang oleh SPBU terkait.

“Ada cek penyegelan, takutnya ada pihak SPBU yang nakal. Nakal itu segelnya dibuka atau dipermainkan,” ujarnya.

Baca juga: Ganjar Sidak SPBU di Rembang, Antrean Muncul Pasca Kenaikan Harga

Kepala Dindagkop dan UKM Rembang M Mahfudz usai kegiatan menyebut kegiatan kali ini bertujuan untuk memastikan mesin pengisian di SPBU mengeluarkan BBM sesuai takaran. Minimal takarannya masih dalam Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD).

“Dari hasil ini masyarakat tidak perlu ragu lagi dengan SPBU yang ada di wilayah kabupaten Rembang ini pas takarannya. Sesuai dengan yang dibeli masyarakat,” tegas Mahfudz.

Baca juga: Sidak Minyak Goreng di Rembang, Harga Masih Cenderung Mahal

Mahfudz mengakui, sempat ada keresahan dari warga yang disampaikan ke pihaknya perihal keakuratan mesin pengisian sejumlah SPBU. Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri, distribusi atau pergerakan kendaraan meningkat,sehingga pihaknya kembali menggelar pengecekan alat ukur.

“Kita sebelum hari ini juga telah melakukan pengecekan di Sarang, Kragan, lintas pantura, “imbuhnya.

(ars/ars)